• Home   /  
  • Archive by category "1"

Sukses Terbesar Dalam Hidupku Essay Lpdp Depkeu

    1. Overview

Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) Program Magister dan Doktoral adalah program beasiswa yang dibiayai oleh pemerintah Indonesia melalui pemanfaatan Dana Pengembangan Pendidikan Nasional (DPPN) dan dikelola oleh LPDP untuk pembiayaan studi lanjut pada program Magister atau program Doktoral di Perguruan Tinggi di dalam dan di luar negeri.

Beasiswa ini bertujuan untuk mendukung ketersediaan sumber daya manusia Indonesia yang berpendidikan dan berkualitas serta memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi dan mempunyai visi masa depan bangsa yang kuat sebagai pemimpin Indonesia masa depan. Komitmen LPDP tersebut diwujudkan melalui pemberian bantuan pendanaan dalam bentuk beasiswa kepada masyarakat untuk studi lanjut pada program Magister atau program Doktoral di Perguruan Tinggi unggulan baik di dalam maupun di luar negeri bagi yang memenuhi kualifikasi LPDP.

Sasaran Pendaftar BPI Program Magister dan Doktoral adalah Warga Negara Indonesia (WNI) yang mempunyai kemampuan akademik yang unggul dan jiwa kepemimpinan yang kuat serta berkeinginan untuk melaksanakan studi lanjut pada program Magister atau program Doktoral pada perguruan tinggi tujuan LPDP baik pada bidang ilmu yang sama maupun berbeda dengan bidang ilmu pada jenjang pendidikan sebelumnya.

Sasaran Bidang Ilmu BPI Program Magister dan Doktoral, sesuai prioritasnya, adalah sebagai berikut:

      1. Bidang Teknik,
      2. Bidang Sains,
      3. Bidang Pertanian,
      4. Bidang Kedokteran dan Kesehatan,
      5. Bidang Akuntansi dan Keuangan,
      6. Bidang Hukum,
      7. Bidang Agama,
      8. Bidang Pendidikan,
      9. Bidang Sosial,
      10. Bidang Ekonomi,
      11. Bidang Budaya, Seni dan Bahasa,

Selain itu BPI Program Magister dan Doktoral juga memiliki tema prioritas sebagai berikut:

      1. Kemaritiman,
      2. Perikanan,
      3. Pertanian,
      4. Ketahanan Energi,
      5. Ketahanan Pangan,
      6. Industri Kreatif,
      7. Manajemen Pendidikan,
      8. Teknologi Transportasi,
      9. Teknologi Pertahanan dan Keamanan,
      10. Teknologi Informasi dan Komunikasi,
      11. Teknologi Kedokteran dan Kesehatan,
      12. Lingkungan Hidup,
      13. Keagamaan,
      14. Ketrampilan (Vokasional),
      15. Ekonomi/Keuangan Syariah,
      16. Budaya/Bahasa,
      17. Hukum Bisnis Internasional.
    1. Persyaratan Pendaftar

Persyaratan bagi Pendaftar BPI untuk program Magister atau program Doktoral dijabarkan dalam persyaratan umum dan persyaratan khusus berikut.

      1. Persyaratan Pendaftar Program Magister

Pendaftar BPI Program Magister harus memenuhi persyaratan umum sebagai berikut:

        1. Berbadan sehat dan bebas dari narkoba (untuk semua pendaftar), dan untuk tujuan ke luar negeri ditambah dengan bebas TBC yang dinyatakan melalui Surat Keterangan yang dikeluarkan dokter dari Rumah Sakit Pemerintah/Puskesmas/Klinik Pemerintah masa berlaku paling lama 6 (enam) bulan sejak penutupan pendaftaran di setiap periode pendaftaran.
        2. Mendapatkan rekomendasi dari tokoh masyarakat bagi yang belum/tidak sedang bekerja, atau rekomendasi dari atasan bagi yang sedang bekerja;
        3. Memiliki dan memilih bidang keilmuan yang sesuai dengan bidang keilmuan yang menjadi sasaran LPDP;
        4. Memilih program studi dan perguruan tinggi yang sesuai dengan ketentuan LPDP;
        5. Bersedia menandatangani surat pernyataan sebagaimana terlampir yang menyatakan bahwa pendaftar:
          1. Bersedia kembali ke Indonesia setelah selesai studi;
          2. Tidak sedang menerima/akan menerima beasiswa dari sumber lain;
          3. Tidak terlibat dalam aktivitas/tindakan yang melanggar hukum, atau mengikuti organisasi yang bertentangan dengan ideologi Pancasila;
          4. Tidak pernah/akan terlibat dalam aktivitas/tindakan yang melanggar kode etik Akademik;
          5. Selalu mengabdi untuk kepentingan Bangsa Indonesia;
          6. Selalu setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia;
          7. Sanggup memenuhi ketentuan beasiswa yang ditetapkan LPDP;
          8. Tidak mengajukan perpindahan dari Perguruan Tinggi dalam negeri ke Perguruan Tinggi luar Negeri jika mendaftar program beasiswa magister/doktoral di dalam negeri;
          9. Menyampaikan data dan dokumen yang benar, sesuai aslinya, apabila ternyata tidak sah, bersedia menerima sanksi hukum yang berlaku dan dimasukkan ke dalam daftar hitam (blacklist) sebagai pendaftar LPDP.
        6. Memenuhi ketentuan batas usia pendaftar pada 31 Desember di tahun pendaftaran yaitu :
          1. Masyarakat umum, Aparatur Sipil Negara (ASN) / Pegawai Negeri Sipil (PNS) paling tinggi berusia 35 (tiga puluh lima) tahun.
          2. Aparatur Sipil Negara (ASN) / Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan jabatan fungsional sebagai Peneliti/Perekayasa, Medis/Paramedis, dan Guru/Dosen paling tinggi 42 (empat puluh dua) tahun.
        7. Telah menyelesaikan studi pada program sarjana/sarjana terapan.
        8. Tidak sedang atau telah menempuh studi degree/non degree (on going) program magister baik di Perguruaan Tinggi dalam negeri atau Perguruan Tinggi di luar negeri.
        9. Memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dari jenjang studi sebelumnya dengan ketentuan:
          1. Sekurang – kurangnya 3,0 pada skala 4 atau yang setara bagi yang belum memiliki LoA Unconditional.
          2. IPK yang dibawah 3,0 dapat melakukan pendaftaran jika memiliki LoA
          3. LPDP lebih memprioritaskan kepada pendaftar dengan IPK diatas 3,0.
        10. Memiliki dokumen resmi bukti penguasaan bahasa Inggris yang diterbitkan oleh ETS (www.ets.org) atau IELTS (www.ielts.org) yang masih berlaku atau bahasa asing lainnya yang ditentukan LPDP.
        11. Pendaftar Magister Dalam Negeri harus memiliki dokumen resmi bukti penguasaan bahasa Inggris sebagaimana dimaksud pada angka (10) dengan skor sekurang-kurangnya:
          1. TOEFL ITP® 475/iBT® 57/IELTS™ 5,5/TOEIC® 600 bagi pendaftar yang memiliki LoA Unconditional;
          2. TOEFL ITP® 500/iBT® 61/IELTS™ 6,0/TOEIC® 650 bagi pendaftar yang tidak memiliki LoA Unconditional; atau
          3. TOAFL 500 bagi program studi yang mensyaratkan TOAFL sebagai syarat masuk.
        12. Pendaftar Program BPI Magister Luar Negeri harus memilki dokumen resmi bukti penguasaan bahasa Inggris sebagaimana dimaksud pada angka 10 memiliki skor sekurang-kurangnya:
          1. TOEFL iBT® 75/IELTS™ 6,5/TOEIC®750 bagi pendaftar yang memiliki LoA Unconditional; atau
          2. TOEFL iBT® 80/ IELTS™ 6,5/TOEIC® 800 bagi pendaftar yang tidak memiliki LoA Unconditional.
        1. Pendaftar BPI Program Magister yang menyelesaikan studi dari Perguruan Tinggi Luar Negeri dengan menggunakan bahasa pengantar yang diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dikecualikan dari persyaratan sebagaimana dimaksud pada angka 11 dan angka 12, serta dibuktikan dengan salinan ijazah dengan masa berlaku 2 (dua) tahun sejak ijazah diterbitkan
        2. Ketentuan pada angka 13, dikecualikan bagi pendaftar yang menyelesaikan studi dari Perguruan Tinggi Luar Negeri dengan bahasa resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan kriteria sebagai berikut:
          1. Bahasa Inggris untuk semua perguruan tinggi tujuan LPDP di negara-negara dengan Bahasa Inggris sebagai bahasa resmi negara tersebut;
          2. Bahasa Arab untuk semua perguruan tinggi tujuan LPDP di negara-negara dengan Bahasa Arab sebagai bahasa resmi negara tersebut;
          3. Bahasa Perancis hanya untuk perguruan tinggi tujuan LPDP di negara Perancis;
          4. Bahasa Rusia hanya untuk perguruan tinggi tujuan LPDP di negara Rusia;
          5. Bahasa Spanyol hanya untuk perguruan tinggi tujuan LPDP di negara Spanyol;
          6. Bahasa Cina/Mandarin untuk semua perguruan tinggi tujuan LPDP di negara-negara dengan Bahasa Cina/Mandarin sebagai bahasa resmi negara tersebut;
        1. Pendaftar BPI Magister dari Perguruan Tinggi Luar Negeri yang tidak menggunakan bahasa pengantar sebagaimana dimaksud pada angka 13 dan angka 14 harus mengikuti persyaratan kemampuan bahasa yang berlaku di negara Perguruan Tinggi Tujuan dan daftar persyaratan kompetensi bahasa asing sebagaimana terlampir.
        2. Wajib menyelesaikan masa studi sesuai yang tertuang dalam LoA Unconditional dengan ketentuan sekurang-kurangnya 11 (sebelas) bulan atau paling lama 24 (dua puluh empat) bulan.
        3. Pendaftar BPI Program Magister hanya diperbolehkan untuk jenis kelas reguler dan tidak diperuntukkan untuk kelas-kelas berikut:
          1. Kelas Malam;
          2. Kelas Eksekutif;
          3. Kelas Karyawan;
          4. Kelas Jarak Jauh;
          5. Kelas Weekend;
          6. Kelas yang diselenggarakan bukan di perguruan tinggi induk;
          7. Kelas yang diselenggarakan lebih dari 1 Perguruan Tinggi kecuali program joint dan double degree sesuai ketentuan LPDP.
        1. Menulis rencana studi sesuai program studi magister pada perguruan tinggi tujuan.
        2. Menulis 2 (dua) esai (masing-masing 500 sampai 700 kata) dengan tema:
          1. “Kontribusiku Bagi Indonesia: kontribusi yang telah, sedang dan akan saya lakukan untuk masyarakat/ lembaga/instansi/profesi komunitas saya”; dan
          2. “Sukses Terbesar dalam Hidupku”;
      1. Persyaratan Program Doktoral

Pendaftar Beasiswa Pendidikan Indonesia Program Doktoral harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :

        1. Berbadan sehat dan bebas dari narkoba (untuk semua pendaftar), dan untuk tujuan ke luar negeri ditambah dengan bebas TBC yang dinyatakan melalui Surat Keterangan yang dikeluarkan dokter dari Rumah Sakit Pemerintah/Puskesmas/Klinik Pemerintah masa berlaku paling lama 6 (enam) bulan sejak penutupan pendaftaran di setiap periode pendaftaran.
        2. Mendapatkan rekomendasi dari tokoh masyarakat bagi yang belum/tidak sedang bekerja, atau rekomendasi dari atasan bagi yang sedang bekerja;
        3. Memiliki dan memilih bidang keilmuan yang sesuai dengan bidang keilmuan yang menjadi sasaran LPDP;
        4. Memilih program studi dan perguruan tinggi yang sesuai dengan ketentuan LPDP;
        5. Bersedia menandatangani surat pernyataan sebagaimana terlampir yang menyatakan bahwa pendaftar:
          1. Bersedia kembali ke Indonesia setelah selesai studi;
          2. Tidak sedang menerima/akan menerima beasiswa dari sumber lain;
          3. Tidak terlibat dalam aktivitas/tindakan yang melanggar hukum, atau mengikuti organisasi yang bertentangan dengan ideologi Pancasila;
          4. Tidak pernah/akan terlibat dalam aktivitas/tindakan yang melanggar kode etik Akademik;
          5. Selalu mengabdi untuk kepentingan Bangsa Indonesia;
          6. Selalu setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia;
          7. Sanggup memenuhi ketentuan beasiswa yang ditetapkan LPDP;
          8. Tidak mengajukan perpindahan dari Perguruan Tinggi dalam negeri ke Perguruan Tinggi luar Negeri jika mendaftar program beasiswa magister/doktoral di dalam negeri;
          9. Menyampaikan data dan dokumen yang benar, sesuai aslinya, apabila ternyata tidak sah, bersedia menerima sanksi hukum yang berlaku dan dimasukkan ke dalam daftar hitam (blacklist) sebagai pendaftar LPDP.
        6. Memenuhi ketentuan batas usia pendaftar pada 31 Desember di tahun pendaftaran yaitu :
          1. Masyarakat umum, paling tinggi 40 (empat puluh) tahun.
          2. Aparatur Sipil Negara (ASN) / Pegawai Negeri Sipil (PNS), paling tinggi 42 (empat puluh dua) tahun.
          3. Aparatur Sipil Negara (ASN) / Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan jabatan fungsional sebagai Peneliti/Perekayasa, Medis/Paramedis, dan Guru/Dosen paling tinggi 47 (empat puluh tujuh) tahun.
        7. Telah menyelesaikan studi pada program magister/magister terapan.
        8. Tidak sedang atau telah menempuh studi degree/non degree (on going) program magister ataupun doktoral baik di Perguruaan Tinggi dalam negeri atau Perguruan Tinggi di luar negeri.
        9. Memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dari jenjang studi sebelumnya dengan ketentuan:
          1. Sekurang-kurangnya 3,25 pada skala 4 atau yang setara bagi yang belum memiliki LoA Unconditional; atau
          2. IPK yang dibawah 3,25 dapat melakukan pendaftaran jika memiliki LoA Unconditional.
          3. LPDP lebih memprioritaskan kepada pendaftar dengan IPK diatas 3,25.
        10. Memiliki dokumen resmi bukti penguasaan bahasa Inggris yang diterbitkan oleh ETS (www.ets.org) atau IELTS (www.ielts.org) yang masih berlaku atau bahasa asing lainnya yang ditentukan LPDP.
        11. Pendaftar BPI Program Doktoral Dalam Negeri harus memilki dokumen resmi bukti penguasaan bahasa Inggris sebagaimana dimaksud pada angka (10) dengan skor sekurang-kurangnya :
          1. TOEFL ITP® 500/iBT® 60/IELTS™ 6,0/TOEIC® 650 bagi pendaftar yang memiliki LoA Unconditional;
          2. TOEFL ITP® 530/iBT® 70/IELTS™ 6,0/TOEIC® 700 bagi pendaftar yang tidak memiliki LoA Unconditional; atau
          3. TOAFL 530 bagi program studi yang mensyaratkan TOAFL sebagai syarat masuk.
        12. Pendaftar BPI Program Doktoral Luar Negeri harus memilki dokumen resmi bukti penguasaan bahasa Inggris sebagaimana dimaksud pada angka (10) memiliki skor sekurang-kurangnya:
          1. TOEFL iBT® 75/IELTS™ 6,5/TOEIC® 800 bagi pendaftar yang memiliki LoA Unconditional; atau
          2. TOEFL iBT® 94/ IELTS™ 7,0/TOEIC® 850 bagi pendaftar yang tidak memiliki LoA Unconditional.
        13. Pendaftar BPI Program Doktoral yang menyelesaikan studi dari Perguruan Tinggi Luar Negeri dengan menggunakan bahasa pengantar yang diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dikecualikan dari persyaratan sebagaimana dimaksud pada angka 11 dan angka 12, serta dibuktikan dengan salinan ijazah dengan masa berlaku 2 (dua) tahun sejak ijazah diterbitkan.
        14. Ketentuan pada angka 13, dikecualikan bagi pendaftar yang menyelesaikan studi dari Perguruan Tinggi Luar Negeri dengan bahasa resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan kriteria sebagai berikut:
          1. Bahasa Inggris untuk semua perguruan tinggi tujuan LPDP di negara-negara dengan Bahasa Inggris sebagai bahasa resmi negara tersebut;
          2. Bahasa Arab untuk semua perguruan tinggi tujuan LPDP di negara-negara dengan Bahasa Arab sebagai bahasa resmi negara tersebut;
          3. Bahasa Perancis hanya untuk perguruan tinggi tujuan LPDP di negara Perancis;
          4. Bahasa Rusia hanya untuk perguruan tinggi tujuan LPDP di negara Rusia;
          5. Bahasa Spanyol hanya untuk perguruan tinggi tujuan LPDP di negara Spanyol;
          6. Bahasa Cina/Mandarin untuk semua perguruan tinggi tujuan LPDP di negara-negara dengan Bahasa Cina/Mandarin sebagai bahasa resmi negara tersebut;
        1. Pendaftar BPI Doktoral dari Perguruan Tinggi Luar Negeri yang tidak menggunakan bahasa pengantar sebagaimana dimaksud pada angka 13 dan angka 14 harus mengikuti persyaratan kemampuan bahasa yang berlaku di negara Perguruan Tinggi Tujuan dan daftar persyaratan kompetensi bahasa asing sebagaimana terlampir.
        2. Masa studi paling lama 48 (empat puluh delapan) bulan yang tertuang dalam LoA Unconditional.
        3. Pendaftar BPI Program Doktoral hanya diperbolehkan untuk jenis kelas reguler dan tidak diperuntukkan untuk kelas-kelas berikut:
          1. Kelas Malam;
          2. Kelas Eksekutif;
          3. Kelas Karyawan;
          4. Kelas Jarak Jauh;
          5. Kelas Weekend;
          6. Kelas yang diselenggarakan bukan di perguruan tinggi induk;
          7. Kelas yang diselenggarakan lebih dari 1 Perguruan Tinggi kecuali program joint dan double degree sesuai ketentuan LPDP
        1. Menulis ringkasan proposal penelitian sesuai program studi Doktoral pada perguruan tinggi tujuan.
        2. Menulis 2 (dua) esai (masing-masing 500 sampai 700 kata) dengan tema:
          1. “Kontribusiku Bagi Indonesia: kontribusi yang telah, sedang dan akan saya lakukan untuk masyarakat/ lembaga/instansi/profesi komunitas saya”; dan
          2. “Sukses Terbesar dalam Hidupku”;
      1. Perguruan Tinggi Tujuan/Penyelenggara Program
        1. Ketentuan Perguruan Tinggi tujuan dalam negeri sebagai berikut:
          1. institusi yang terakreditasi A dengan program studinya terakreditasi A atau B oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi.
          2. institusi yang terakreditasi B dengan program studi hanya yang terakreditasi A oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi.
        2. Perguruan Tinggi tujuan luar negeri sesuai dengan daftar yang telah ditentukan oleh LPDP.
      1. Komponen Beasiswa
        1. Biaya Pendidikan :
          1. Pendaftaran/ admission fee / registration fee (at cost);
          2. SPP/tuition fee (at cost); (tidak termasuk matrikulasi bahasa & non bahasa, semester pendek dan studi lapangan (field study));
          3. Non-SPP, yang dapat digunakan untuk tunjangan buku; penelitian tesis atau disertasi yang berbasis riset; seminar/konferensi/lomba yang bertaraf internasional; publikasi jurnal internasional; (paket, per tahun, akumulatif).
        2. Biaya Pendukung :
          1. Transportasi keberangkatan dan kepulangan studi dari asal domisili ke perguruan tinggi tujuan (satu kali, at cost);
          2. Asuransi kesehatan dasar (hanya untuk penerima beasiswa);
          3. Visa / resident permit (at cost: pilih salah satu);
          4. Hidup bulanan/living allowance (paket);
          5. Tunjangan keluarga/family allowance (khusus doktoral), (paket);
          6. Kedatangan/settlement allowance (paket);
          7. Keadaan darurat/force majeure yang disetujui LPDP.
      1. Waktu Pendaftaran dan Proses Seleksi

Pendaftaran BPI untuk Program Magister dan Doktoral dibuka sepanjang tahun, dengan proses seleksi yang dilakukan sebanyak 2 (dua) kali dengan jadwal sebagai berikut :

Pendaftaran BPI tahun 2017 diperuntukan kepada pendaftar dengan rencana memulai studi / perkuliahan untuk tahun akademik 2018.

TahapPerguruan Tinggi TujuanKegiatanJadwal Pelaksanaan
1Dalam NegeriPenutupan Pendaftaran3 April 2017
Penetapan Hasil Seleksi Administrasi Dokumen17 April 2017
Seleksi Assessment secara Online19 – 20 April 2017
Penetapan Hasil Seleksi Assessment secara Online5 Mei 2017
Seleksi Substansi15 Mei – 9 Juni 2017
Penetapan Hasil Seleksi Substansi19 Juni 2017
2Luar NegeriPenutupan Pendaftaran14 Juli 2017
Penetapan Hasil Seleksi Administrasi Dokumen4 Agustus 2017
Seleksi Assessment secara Online14 Agustus 2017
Penetapan Hasil Seleksi Assessment secara Online22 Agustus 2017
Seleksi Substansi12 September – 8 Oktober 2017
Penetapan Hasil Seleksi Substansi20 Oktober 2017

Pendaftaran BPI dilaksanakan secara online dengan cara mengisi formulir pendaftaran, dan mengunggah semua dokumen kelengkapannya pada laman resmi LPDP di www.beasiswa.lpdp.kemenkeu.go.id

Tahapan Seleksi BPI adalah sebagai berikut:

        1. Pendaftaran
          1. Pendaftar mengisi formulir pendaftaran secara online pada laman resmi LPDP;
          2. Pendaftar melengkapi semua dokumen persyaratan serta dokumen pendukung yang relevan, dan mengunggah semua dokumen tersebut pada laman resmi LPDP;
          3. Semua dokumen pada poin di atas wajib dibawa pada tahap seleksi substansi bila dinyatakan lulus seleksi administrasi.
        2. Seleksi Administrasi

Pendaftar yang diproses dalam tahapan ini adalah yang telah melengkapi data pendaftaran dan submit di pendaftaran online di setiap periode seleksinya. Seleksi ini merupakan proses pemeriksaan kelengkapan data dan dokumen pendaftar sesuai persyaratan yang berlaku di LPDP.

        1. Seleksi Assessment Online

Pesesrta Peserta yang lulus seleksi administrasi pada pendaftaran online berhak mengikuti  seleksi Assessment yang dilaksanakan secara online.

        1. Seleksi Wawancara, Leaderless Grup Discussion (LGD) dan On the Spot Essay Writing
          1. Peserta yang lulus seleksi Assessment secara online berhak mengikuti seleksi substansi yang terdiri dari wawancara, Leaderless Grup Discussion (LGD), dan On the Spot Essay Writing.
          2. Dalam tahapan proses seleksi ini, peserta diwajibkan membawa seluruh data dan dokumen asli yang telah digunakan untuk pendaftaran beasiswa BPI. Apabila tidak menyerahkan data dan dokumen tersebut serta dokumen dan data tersebut tidak sesuai persyaratan yang berlaku di LPDP maka tidak diperkenankan mengikuti Seleksi Wawancara, Leaderless Grup Discussion (LGD) dan On the Spot Essay Writing.
          3. Bagi peserta yang tidak lulus pada seleksi substansi Beasiswa Pendidikan Indonesia dapat mendaftar kembali dengan ketentuan sebagai berikut:
            1. Jika telah 1 (satu) kali tidak lulus pada seleksi substansi, maka peserta masih memiliki 2 (dua) kali kesempatan sampai mengikuti seleksi substansi,
            2. Jika telah 2 (dua) kali tidak lulus pada seleksi substansi, maka peserta masih memiliki 1 (satu) kali kesempatan sampai mengikuti seleksi substansi,
            3. Jika telah 3 (tiga) kali tidak lulus pada seleksi substansi, maka peserta tidak dapat mendaftar kembali Beasiswa Pendidikan Indonesia.
        2. Penetapan Penerima Beasiswa
          1. Hasil penetapan kelulusan seleksi Wawancara, Leaderless Grup Discussion (LGD) dan On the Spot Essay Writing Beasiswa Pendidikan Indonesia disampaikan kepada Pendaftar yang lulus melalui akun pendaftaran online Pendaftar, email atau media elektronik lainnya sesuai waktu telah ditentukan oleh LPDP.
          2. Peserta yang dinyatakan lulus menjadi penerima beasiswa akan mengikuti program Persiapan Keberangkatan(PK) sebelum memulai studi di Perguruan Tinggi Tujuan masing-masing. Adapun program ini merupakan karantina khusus berupa penanaman nilai-nilai nasionalisme, kepemimpinan, basic life training, financial literacy, dan sebagainya.
          3. Surat penerimaan masuk perguruan tinggi tanpa syarat (LoA Unconditional) didapatkan selambat-lambatnya 1 (satu) tahun setelah dikeluarkan Surat Keputusan Direktur Utama LPDP Tentang Penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia. Jika dalam jangka waktu tersebut tidak terpenuhi penerima beasiswa yang telah ditetapkan maka dinyatakan gugur.
    1. Larangan dan Sanksi
      1. Pendaftar BPI LPDP dilarang melakukan kejahatan dan/atau pelanggaran sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan pada saat proses pendaftaran dan/atau proses seleksi.
      2. Pendaftar BPI LPDP yang melakukan kejahatan dan/atau pelanggaran sebagamana dimaksud pada angka (1) akan diberikan sanksi tidak boleh melanjutkan proses seleksi serta dimasukkan dalam daftar hitam (blacklist)sebagai pendaftar LPDP.
      3. Pendaftar BPI LPDP yang telah dinyatakan lulus seleksi substansi, dilarang mengajukan perpindahan Perguruan Tinggi dari dalam negeri ke luar negeri.
      4. Pendaftar BPI LPDP dilarang mengundurkan diri setelah dinyatakan lulus seleksi substansi.
      5. Pendaftar BPI yang mengundurkan diri setelah dinyatakan lulus seleksi substansi dimasukkan dalam daftar hitam (blacklist) sebagai pendaftar LPDP.
      6. Ketentuan lebih lanjut mengenai larangan dan sanksi bagi Penerima Beasiswa LPDP diatur melalui Peraturan Direktur Utama tersendiri.

Seperti yang sudah saya tulis di postingan sebelumnya mengenai hasil dari seleksi administrasi LPDP. Ketika teman-teman sudah mendapatkan hasil dari seleksi administrasi LPDP dan dinyatakan lolos, maka teman-teman akan mendapatkan informasi berupa lokasi seleksi (ini dipilih teman-teman sendiri pas ngisi form pertama kali), kemudian jadwal verifikasi dokumen, WAWANCARA atau SELEKSI SUBSTANSI, LGD, dan essay on the spot.

Tentu untuk verifikasi dokumen saya tidak akan membahasnya karena kalau memang teman-teman lolos seleksi administrasi dan semua dokumen yang diupload bisa di tunjukkan ketika verifikasi dokumen tentu tidak akan bermasalah. Tapi ketika saya sedang menunggu antrean verifikasi dokumen saya melihat ada beberapa orang yang harus bolak-balik karena dokumen tidak lengkap atau salah, misalnya surat pernyataan formatnya salah, dsb. Jadi silahkan benar-benar dibaca booklet LPDPnya.

Pengumuman tanggal 27 Juli dan kebetulan untuk Yogyakarta mendapatkan tanggal yang pertama yaitu tanggal 10-12 Agustus 2016. Jadi saya benar-benar kurang persiapan baik untuk wawancara, LGD, dan essay on the spot. Saya hanya pernah dengar untuk program LN, interviewnya, LGD, dan essay on the spotnya full bahasa inggris, tapi insyaAllah disini saya tidak ada masalah. Hanya saja setelah saya membaca beberapa pengalaman seleksi wawancara LPDP dari internet saya benar-benar melihat bahwa pertanyaan reviewersnya benar-benar random. Misal saya pernah membaca reviewer minta agar yang di interview menyanyikan lagu daerah, kemudian ditanya tentang visi-misi LPDP, nama mentri, UUD, pancasila, dan sebagainya.

Oleh karena itu, di minggu-minggu menunggu WAWANCARA atau SELEKSI SUBSTANSI di sela-sela waktu saya membaca semua tentang LPDP, dari visi-misinya, orang-orangnya, kemudian juga ngulang pelajaran PPKN/PKN :). Disamping itu saya juga selalu membaca berita di thejakartapost dan juga detik. Seperti sebelumnya yang sudah saya sampaikan juga, dari informasi yang saya pelajari sepertinya intinya adalah jadilah diri sendiri.

Sesuai dengan jadwal yang saya dapatkan, tanggal 10 Agustus sore saya hanya datang untuk verifikasi dokumen, saya antre cukup lama, entah kenapa bisa molor, di jadwal jam 15:50 tapi saya dapatnya hampir jam 6 sore. Saya melihat ada beberapa orang yang bermasalah ketika verifikasi di depan sehingga mereka membutuhkan waktu yang cukup lama. Ketika nama saya dipanggil untuk verifikasi, kemudian saya tunjukkan semua dokumennya dan langsung ok, tidak sampai 5 menit sekitar 3 menitan. Alhamdulillah, verifikasi lancar.

Oya, jangan lupa ya formulir LPDP dan kartunya di cetak kemudian dibawa, sebenarnya informasi-informasi yang diberikan LPDP sangat jelas kok.

Hari ke dua, tanggal 11 Agustus 2016, saya mendapatkan jadwal wawancara alhamdulillah pagi jadi masih fresh. Saya mendapatkan jadwal jam 08:45 dan benar, kalau untuk interview pas banget waktunya sebelum jam itu saya sudah dipanggil untuk datang ke ruangan yang dipakai untuk wawancara, dan disitu masih ngantre sebentar.

Nah…. detik detik… deg-deg an pun terjadi….

Saya masuk, sebelumnya ada petugas yang meminta saya untuk mematikan HP sebelum masuk ruangan. Disitu ruangannya besar dan dibagi menjadi beberapa meja yang isinya ada 3 interviewer dan yang di interview duduk di depannya. Saya mendapatkan nomor meja 10.

Selamat pagi Bapak, Ibu, saya sambil menyalami interviewer.

Ibu yang ditengah, membuka pembicaraan. Baik, sebelum wawancara dimulai saya perkenalkan dulu, saya dari UI kemudian bapak sebelah kiri saya dari UGM, dan sebelah kanan saya dari UNY. (Ibunya menyebutkan semua nama, tapi saya lupa hehee 😀 tapi disitu beliau tidak menyebut siapa yang psikolog, siapa yang ahli dan sebagainya). Kemudian Ibu tadi bilang, nanti wawancaranya akan direkam, tidak keberatan kan?. Tentu saya jawab “Tidak bu”. Baik wawancara saya mulai.

Ibu tadi mengeklik tombol rekorder, kemudian Bapak yang samping Kiri langsung bertanya ke saya.

Mr. Rischan, did you study in Chonnam?

Yes Sir.

Do you have any publication?

Yes Sir, I have 7 international publications. 4 International Journals, 3 international conferences. 5 papers as the first author and 2 papers as the second author. All of them are indexed by Scopus.

Saya sambil ngasih segempok papers yang sudah saya print ke beliau.

From all of your publications, is there any SCI or SCIE papers?

Unfortunately, no Sir. The journals which indexed by Scopus are enough for a master degree but for PhD, they have to publish SCI/E paper if they want to graduate. As I know the journals which indexed by Scopus are not too bad.

Berikut adalah daftar dari publikasi ilmiah saya yang terindex oleh Scopus: Google scholars saya bisa diakses di sini

 

Yes, I know it. Thats good not bad. Sambil buka-buka paper saya, dan memberikan kode ke ibu sampingnya untuk ambil alih. Bapak ini terus membuka-buka paper saya dan menulis sesuatu di catatannya.

Ibu: Do you want to continue your study in SNU (Seoul National University)?

Hmm.. Ok, I want to explain this from first because I think this is very important. Actually, I’ve made a list which contains all professors in Korea who has similar research/activity with mine then I tried to rank them based on some keys which I defined before such as the number of international students, the quality of publication, what kind of their projects and etc. This is my list (saya menunjukan list lab-lab yang sudah saya searching sebelumnya). First, I choose SNU because this campus is the best one in Korea. I contacted Prof XX in SNU and then I was waiting for his reply. Until the deadline of LPDP form submission, he did not reply me yet. So, I was positive thinking then I decide to choose SNU as my purpose campus. One week after submission he replied me that he can’t accepted a PhD student anymore. He is only one professor in SNU who has research topic which I interested. So, based on this case, I really sure that the probability I can continue my study in SNU is very low.

Then I tried to contact one of Professor in Kyung Hee university. His research is very similar with my research. Then after our communication, he agreed to accept me as his PhD student. This is the letter statement from him. (kemudian saya memberikan statement letter dari Prof di Kyung Hee ke Ibunya). Jadi sebelum interview saya minta ke Prof untuk membuatkan saya letter statement karena memang kan saya belum punya LoA.

Ibu : is this campus on LPDP list?

Me : Absolutely, yes.

Ibu: Ok, your research proposal is about mining and analysing human behaviour, right? As I understand this research has been there for a long time ago. Is this research up to date?

Nah disini kita diskusi panjang lebar, saya lupa lengkapnya seperti apa, dan tentunya juga tidak penting untuk teman-teman karena ini menyangkut topik riset saya. Intinya disini saya benar-benar berusaha untuk meyakinkan bahwa riset saya itu keren. Jujur saja saya suka, karena ibunya terlihat tertarik dengan apa yang saya utarakan, bahkan beliau ngasih masukan-masukan. I am not sure, apakah beliau ini bidangnya sama dengan saya atau tidak hehee.

Habis itu giliran bapak yang dari UNY. Pertanyaannya sepertinya ngetest.

Could you explain to me what is computer science?

Me : jawab blabla bla..

Then what is data mining?

Me : jawab blablabla..

My last question from me, what is the biggest problem that you ever have and then how did you overcome?

Me : My bigest problem in my life is I was born in the society which does not care much about education. Kemudian saya jelaskan panjang lebar, seperti yang sudah saya tulis di essay sukses terbesar dalam hidupku

Then bapaknya mantuk mantuk, dan menyerahkan ke Ibu yang dari UI.

Bapak yang dari UGM: What kind of scholarship which you got previously?

Me: Research scholarship sir.

Hmm,, mantuk-mantuk, Whats your plan for your future?

Me: I have passions in teaching and research. I like study much, I always stay foolish for knowledge and besides of that I also like sharing, especially knowledge sharing. So, based on that I think the most suitable job for me is be a lecturer. I hope in the future I can be a lecturer who can inspire all my students.

Ibu yang dari UI: Wait.. wait, when you graduate from master degree? 2016?

Me : No, 2015.

Ibu: So, what did you do after graduate?

Me: After I graduated from master degree I work at one of multinational company which based in cape town, south africa but I work remotely from Indonesia.

Ibu: Why you work on that company? is there any relation with your research?

Me: (sebenarnya sudah saya tebak sih, kalau pertanyaan ini memang agak susah, kan pinginnya jadi dosen habis lulus malah kerja di perusahaan luar hehee). Disini saya jawab begini.

That was my plan. I want to work after I graduated from master degree for a while like one or two years. The reason is to get a new experience, to understand about working environment in multinational company. And the most interested thing is the key business of this company is open source. I like open source, I like to contribute to open source projects.

Ibu: OK, you said that you wanna be a lecturer, you have been in Korea for two years then you worked in foreign Company. Are you sure, did you know that the salary of the lecturer is low?

Me: saya sebenarnya sudah memprediksi akan mengarah ke sini. Saya hanya menjawab. Yes I know it.

Ibu: So, if you know that, why do you still want to be a lecturer? you have many experiences, you can work and get higher salary than being a lecturer?

Me: Hmm.. In my life, life is not about money. That’s my principle.

Ibu: Everyone says like that. But you never be a lecturer so you never feel it.

Me: I guess the best answer for this is silent. 😦 hehee. She’s correct, and I think thats like statement not a question. 🙂

Ibu: Oke. So, my last question, after graduating from Ph.D, could you explain what kind of your real contribution for Indonesia regarding your research topic.

Me: Ini pertanyaan paling susah. muter-muter pokoknya hehe. Jadi teman-teman bisa mempersiapkan dengan baik kalau ada pertanyaan seperti ini. Intinya beliau bilang. You will do research in the developed country with an advanced topic, so what kind of the real contributions that you will give to Indonesia. As we understand, now, we do not have those kind of industries. We are only a customers in smartphone industry.

Intinya terakhir saya bilang gini, Indonesia has many software developers, many programmers, how about computer scientist? that is why we always be a follower because the research environment in our country is weak compared with another country. If we have high quality and quantity of computer scientist, then we do research in this field I really sure we will not be a follower anymore.

Ibu: Oke, Thank you, this interview is finished, I’ll stop the recorder.

Habis itu Ibunya bilang dengan bahasa Indonesia. Baik sudah selesai ya, tinggal berdoa saja ya semoga bisa lolos.

Me: Baik, terimakasih bu pak, saya boleh meninggalkan kursi ini?

Ibu: Iya silahkan..

Kemudian saya menyalami interviewer dan pergi meninggalkan kursi.

Note: 

* Tentu isi interviewnya tidak saklek seperti diatas, saya menulis ini dengan keterbatasan ingatan saya. hehe, semoga bermanfaat.

Kesimpulannya bagi yang mau ke LN ya benar harus dipersiapkan, kalau based on this experience. semuanya FULL ENGLISH. 

Yang jelas, habis interview perasaan saya so-so karena memang disamping saya kurang persiapan, yang dipersiapkan malah tidak ada yang keluar, semuanya menanyakan mengenai riset saya yang saya malah tidak memprediksinya. Untung saja saya print semua papers saya. Dan yang jelas ada dua pertanyaan yang sudah saya bahas diatas yang menurut saya benar-benar susah. Jadi ya saya pasrah saja, berdoa minta yang terbaik pada Allah.

Dan tara….. Alhamdulillah, jam 4 sore tanggal 9 September 2016 saya dapat SMS dan email yang intinya saya lolos. Untuk test LGD dan Essay on the spot silahkan klik linknya ya.

Tips WAWANCARA atau SELEKSI SUBSTANSILPDP menurut saya ya:

  1. Tetap selalu jadi diri sendiri
  2. Katakan apa adanya, tidak usah ditutup tutupi apalagi berbohong, karena disitu juga ada psikolog yang mengamati bagaimana kita berbicara.
  3. Bagi yang mau S3 mungkin ini bisa jadi referensi, benar-benar harus dimatengin masalah proposal riset dan penelitian sebelumnya.
  4. Menurut saya, berdasarkan interview ini nilai positif yang ada di saya adalah publikasi. Oleh karena itu hampir semua pertanyaan mengenai riset dan publikasi saya, sedikit sekali yang menyinggung persoalan pribadi atau bahkan organisasi.
  5. Santai saja, tidak usah grogi, tetap jaga eye contact, diksi dan intonasi jelas, berbicara secara meyakinkan, mempertahankan argumen kita, dan tetap menjaga sopan santun.

Mungkin itu saja dulu ya, semoga bermanfaat buat teman-teman semuanya. Sukses selalu..

* – Update : Pada akhirnya saya melanjutkan S3 saya tidak di Korea, saya akhirnya memilih The University of Queensland, Australia sebagai kampus S3 saya.

Berikut tulisan-tulisan lainya mengenai seleksi LPDP saya:

  1. Page Khusus semua tentang LPDP.
  2. S3 ku mau kemana? 
  3. Akhirnya The University of Queensland, Australia adalah kampus S3 saya.
  4. Essay sukses terbesar dalam hidupku LPDP
  5. Essay kontribusi bagi Indonesia LPDP
  6. Seleksi administrasi LPDP
  7. LGD dan Essay on the spot LPDP
  8. Pengalaman dan Tips lolos seleksi wawancara LPDP
  9. FAQ Beasiswa (Pertanyaan seputar beasiswa)

Mau mengundang kak Rischan jadi pembicara/pengisi acara? silahkanbuka link ini.

One thought on “Sukses Terbesar Dalam Hidupku Essay Lpdp Depkeu

Leave a comment

L'indirizzo email non verrà pubblicato. I campi obbligatori sono contrassegnati *